Ketimpangan Penghasilan dalam Rumah Tangga dan Implikasinya terhadap Pembangunan Keluarga Sakinah: Studi Empiris di Kecamatan Banjar Agung

Isi Artikel Utama

FAJRI ARDIANSYAH

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ketimpangan penghasilan antara suami dan istri terhadap pembangunan keluarga sakinah dalam perspektif hukum keluarga Islam. Fenomena istri yang memiliki penghasilan lebih tinggi dari suami semakin banyak ditemui, terutama pada keluarga di kawasan semi-urban seperti Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang. Dalam konteks hukum keluarga Islam, suami diposisikan sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab atas nafkah dan kepemimpinan rumah tangga. Oleh karena itu, perlu dikaji bagaimana ketimpangan penghasilan memengaruhi relasi suami-istri dan penerapan nilai-nilai sakinah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Informan berjumlah enam orang istri yang berprofesi sebagai pedagang dan memiliki penghasilan lebih tinggi dari suami. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat ketimpangan ekonomi, sebagian besar keluarga masih mempertahankan keharmonisan dengan membangun komunikasi dan kerja sama yang sehat. Pembagian kerja domestik dan pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah pada sebagian besar pasangan, sementara sebagian lainnya menghadapi tantangan karena ketidakseimbangan peran. Secara umum, para istri tetap menghormati peran suami sebagai kepala keluarga, dan tidak menggeser struktur hukum Islam secara substansial.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
ARDIANSYAH, F. (2025). Ketimpangan Penghasilan dalam Rumah Tangga dan Implikasinya terhadap Pembangunan Keluarga Sakinah: Studi Empiris di Kecamatan Banjar Agung. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(6). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i6.1495
Bagian
Articles