Peran Tes DNA terhadap Kedudukan Status Anak Li’an dari Hasil Perkawinan yang Sah Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia

Isi Artikel Utama

Tajqia Qalbu Rahayu
Karwiyah
Adinda Putri Pertiwi

Abstrak

Perceraian dapat terjadi karena tuduhan perzinahan oleh suami kepada istrinya yang sedang mengandung sehingga berkaitan dengan status anaknya. Keraguan suami dapat membuatnya melakukan sumpah Li’an. Tes DNA umumnya digunakan untuk tujuan pribadi seperti penentuan perwalian anak atau orang tua dari anak, dan sebagai tujuan hukum. Dari analisis diketahui bahwa status anak akibat perceraian Li’an menurut hukum islam adalah putusnya hubungan nasab antara ayah dan anak meskipun kelak diketahui bahwa anak yang dikandung istrinya benar anaknya, sedangkan menurut hukum positif jika ada bukti berupa tes DNA bahwa anak yang dikandung istrinya benar anak suaminya, maka hubungan nasab dengan ayahnya tetap ada.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Rahayu, T. Q., Karwiyah, & Pertiwi, A. P. (2022). Peran Tes DNA terhadap Kedudukan Status Anak Li’an dari Hasil Perkawinan yang Sah Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 3(2), 148–166. https://doi.org/10.56370/jhlg.v3i2.181
Bagian
Articles