Menakar Perlindungan Konsumen dari Iklan Menyesatkan dan Produk Ilegal: Studi Kasus Pasta Gigi Marvis
Isi Artikel Utama
Abstrak
Perkembangan e-commerce memunculkan tantangan perlindungan konsumen, terutama dari iklan menyesatkan dan produk ilegal, seperti kasus pasta gigi Marvis tanpa Izin Edar BPOM. Penelitian ini mengkaji kesenjangan implementasi UU Perlindungan Konsumen (UUPK) dan UU Kesehatan di era digital. Hasilnya, peredaran produk ilegal melanggar hak konsumen (Pasal 4 UUPK) dan dapat dikenakan sanksi pidana berat (Pasal 435 UU Kesehatan). Strategi penguatan perlindungan menuntut tanggung jawab kolektif dari pelaku usaha (jaminan mutu dan ganti rugi) dan influencer (wajib due diligence dan verifikasi Izin Edar). Sinergi penindakan (BPOM, Komdigi) dan sanksi progresif (termasuk takedown konten) diperlukan untuk menjamin keamanan pasar digital.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.