Pendidikan Anti Korupsi untuk Guru-Guru Sekolah se-Salatiga dan Sekitarnya
Isi Artikel Utama
Abstrak
Tujuan pengabdian Masyarakat dengan judul tersebut adalah memahami peran penting dan strategi guru sekolah dalam penanaman anti korupsi. sehingga guru bisa sebagao agen perubahan di sekolahnya untuk anti korupsi. Setelah eskian lama bergerah untuk para siswa, maka guru berperan stratdgis. Sebab guru terus menerus ada di sekolah. Untuk menakar seberapa guru memahami anti korupsi bagi generasi muda untuk langit baru bumi baru kedepan yag bersih dari korupsi. dari pre-test diketahui baru sekitar 10 % guru memperoleh pembahanan tentang anti korupsi dan mmiliki kgiatan anti korupsi disekolah hingga terus ada sampai sekarang dan beberapa saja yang tidak lagi ada. Apa yang sudah ada di sekolah harus dipertahankan dan dikembangkan sambil terus memotivasi guru / sekolah yang belum memiliki kegiatan anti korupsi. Pendidikan anti korupsi di kota ini dengan model game yang iperoleh dari KPK-SPAK Indonesia memang baru sekali ini. Model-model anti korupsi dengan permainan/game memang terus harus dikembangkan bersama mitra kerja baru, inspekorat daerah kota ini adalah berharga, terlebih di post-test peserta diketahui memperoleh ide-ide baru untuk melakukanndan mengembangkan anti korupsi, meski kurikulum sekolah belum mengakomodir.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.