Pembatasan Asas Kebebasan Berkontrak dalam Kontrak Baku Digital: Analisis Perlindungan Konsumen Pada Terms of Use Netflix
Isi Artikel Utama
Abstrak
Perkembangan teknologi informasi mendorong penggunaan kontrak baku digital melalui Terms of Use yang disusun secara sepihak oleh penyedia layanan, termasuk Netflix. Keadaan ini memicu disparitas kekuatan negosiasi karena konsumen hanya dapat menerima atau menolak seluruh isi perjanjian. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis ketidakseimbangan posisi konsumen dalam Terms of Use Netflix ditinjau dari asas kebebasan berkontrak dan (2) bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum primer, sekunder dan tersier dianalisis secara kualitatif menggunakan metode silogisme deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klausula Cancellation, Warranties and Limitations on Liability, Class Action Waiver, serta Changes to These Terms and Assignment berpotensi menghasilkan ketidaksetaraan antara hak dan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat karena memberikan kewenangan dominan kepada Netflix serta membatasi hak konsumen. Perlindungan hukum terhadap konsumen secara normatif telah tersedia dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, namun efektivitasnya masih memerlukan optimalisasi agar mampu menjamin keseimbangan posisi para pihak dalam kontrak baku digital. Dengan demikian, pembatasan asas kebebasan berkontrak diperlukan untuk mewujudkan hubungan kontraktual yang adil dan seimbang.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.